BUPATI PATI PAPARKAN LANGKAH TANGGULANGI STUNTING PADA RAKOR INOVASI INTERVENSI ACS

Menjadi Locus Stunting Pada 2020, Pemkab Pati Ambil Langkah Penaggulangan


Pati, RadarMuria.Com
Berbagai langkah penanganan dan penanggulangan stunting (gangguan tumbuh kembang anak) di Kabupaten Pati terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten setempat.

Apalagi pada 2020 mendatang, Kabupaten Pati menjadi locus stunting akibat angka stunting yang cukup tinggi.

"Semenjak dikategorikan prosentase stuntingnya cukup tinggi, telah diambil langkah - langkah penanggulangan", terang Bupati Pati H. Haryanto saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Inovasi Intervensi Aksi Cegah Stunting (ACS), yang berlangsung di Ruang Pragolo Setda Pati, Senin (4/11).

Turut hadir, Sekda Ir. Suharyono, Kepala Bappeda Ir. Pudjo Winarno, Kepala Dispermades Drs. Sudiyono, Kepala Dinas Sosial dr. Subawi.

Rapat diikuti Camat, perangkat daerah, Kepala Puskesmas se Kabupaten Pati, Ketua Tim Penggerak PKK dan kepala desa locus stunting.

Bupati Haryanto menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya berkutat pada rapat - rapat koordinasi.

"Yang terpenting adalah actionnya, karena pada tahun 2020 nanti akan dialokasikan anggaran terkait hal tersebut", jelas bupati.

Maka, lanjut bupati, pihaknya bersama Kepala Bappeda, Dispermades dan Dinkes berangkat ke Jakarta, beberapa waktu lalu, untuk menandatangani MoU tentang tindak lanjut penanganan masalah stunting.

"Jadi ada intervensi atau perhatian dari pemerintah pusat. Sehingga kini dikumpulkan agar ada persamaan penanganan, mulai dari kabupaten, kecamatan hingga ke desa", lanjut Bupati Haryanto.

Sementara itu, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Pati dr. Edy Sulistyono dalam laporan mengatakan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.

"Stunting akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak dan bahkan dapat memicu penyakit kronis di masa dewasa", jelas dr. Edy.

Dilaporkan juga bahwa pada 2020 Kabupaten Pati menjadi locus stunting di Jawa Tengah. Dan hal itu, menurut dr. Edy, harus ditangani secara serius dengan intervensi secara spesifik dan sensitif.

Intervensi spesifik, jelasnya, dilakukan oleh Dinas Kesehatan beserta jajaran, sedangkan intervensi sensitif bertujuan untuk mengetahui penyebab tidak langsung.

"Oleh karena itu, stunting harus dihadapi secara bersama oleh seluruh lemen melalui program percepatan penanggulangan secara nasional", terang dr. Edy Sulistyono.

Yaitu, sebuah strategi jangka panjang terintegrasi yang mengedepankan konvergensi upaya itervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

(RM Usman)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.