DINILAI LEBIH UNGGUL - INPARI 32 DAN SUNGGAL DIAJUKAN SERTIFIKASI

Kepala UPTD Agus Tjahyono (kanan) dan Pengawas PBT Ir. Joko Sri Santosa (kiri) Saat Pengambilan Sampel Benih Padi Inpari 32 dan Sunggal


Pati, RadarMuria.Com
Dinas Pertanian Kabupaten Pati melalui UPTD Balai Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan mengajukan sertifikasi terhadap benih padi jenis Inpari 32 dan Sunggal ke BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah.

Kepala UPTD Agus Tjahyono Budi Darmanto mengatakan,  pihaknya saat ini sedang mengajukan 2 varietas benih padi untuk diuji laboratorium dan disertifikasi.

"Ada 2 varietas yang kami ajukan, yaitu Inpari 32 dan Sunggal", terang Agus di kantor UPTD Jalan Kembang Joyo Pati, Senin (4/11).

Pengajuan 2 varietas baru tersebut karena dinilai lebih unggul dibandingkan varietas benih padi yang lain, sehingga akan lebih menguntungkan petani.

Inpari 32 mempunyai keunggulan antara lain  produksi lebih tinggi, tahan terhadap serangan penyakit dan rasa nasi lebih enak, dengan masa tanam 120 hari.

Sedangkan varietas Sunggal, keunggulannya meliputi produksi lebih tinggi, fisik tanaman lebih pendek dan agak keras, tahan penyakit dan masa tanam lebih pendek yaitu 110 hari.

Adapun jumlah yang diajukan atas kedua varietas itu adalah sebanyak 4 ton gabah kering, hasil panen 8 September 2019 seluas 0.3 hektare.

Agus juga menjelaskan bahwa pengajuan sertifikasi benih padi itu adalah kali pertama di Kabupaten Pati.

"Ini yang kali pertama dan kami berharap akan lulus uji sehingga dapat diedarkan kepada petani atau masyarakat", harap Agus.

Benih padi yang telah bersertifikasi, lanjutnya, akan dilakukan pengepakan 5 kiloan dan diberi label registrasi lulus uji dengan merk dagang UPTD Balai Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Pati.


Kantor UPTD Balai Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dispertan Kabupaten Pati 

Sementara itu, pengawas dan peneliti pada Pos Pengawas Benih dan Tanaman (PBT) Wilayah Pati Ir. Joko Sri Santosa usai pengambilan sampel benih, kepada RadarMuria.Com menjelaskan, pengujian benih varietas Inpari 32 dan Sunggal akan dilakukan di laboratorium BPSB Jawa Tengah di Surakarta. 

"Uji laboratorium meliputi kadar air, kemurnian, daya perkecembahan, keseragaman dan tingkat kesehatan benih ", jelas Joko.

Namun sebelum uji itu, tambahnya, harus dilakukan prosesing awal yaitu membikin staple (pengelompokan)  dan pembentukan lot, sesuai aturan.

Juga, lanjut Joko, dilakukan penghitungan atau penimbangan jumlah tonase dan berat per zak.

"Setelah itu kita ambil sampel dan dilakukan pengujian. Kira - kira 10 hari waktu yang diperlukan", terang Joko Sri Santosa.

Benih atau bibit bersetifikat akan menjamin mutu tanaman dapat tumbuh dengan baik dan maksimal hasilnya.

(RM. Usman)

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.