DALAM WAKTU HAMPIR BERSAMAAN, 2 WARGA TLOGOREJO MENJADI KORBAN HIPNOTIS

Mbah Warti korban penipuan bantuan sembako
bersama perangkat desa, Babinsa dan Ketua RW


Pati, RadarMuria.Com
Dalam waktu hampir bersamaan, 2 warga RT 5 RW 3 Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu, Mbah Warti  (70) dan Mbah Jumi'ah (60), menjadi korban penipuan.

Mbah Warti harus kehilangan uang tunai 5 juta rupiah dan Mbah Jumi'ah  juga harus merelakan uangnya sebesar 2 juta rupiah, raib.

Kejadian bermula ketika pada Senin (15/6) sore sekira pukul 17.00 WIB, Mbah Warti kedatangan seorang wanita yang menawarkan bantuan sosial.

Wanita yang belum diketahui identitasnya itu, berdalih akan memberi paket sembako dan uang tunai 800 ribu rupiah kepada Mbah Warti, yang dinilai layak mendapat bantuan sosial.

"Mbah, sampeyan akan diberi bantuan sembako sama duit 800 ribu", tutur Mbah Warti menirukan tamu wanita yang datang ke rumahnya tersebut.

Sejurus kemudian, Mbah Warti diminta menunjukkan uang oleh wanita itu, yang menurut Mbah Warti orang tersebut memakai masker dan berkerudung.

"Aku yo ora duwe duit (aku ya tidak punya uang)", jawab Mbah Warti singkat.

"Sing jujur lho mbah, ojo ngapusi (yang jujur lho mbah, jangan membohongi)", timpal tamu tersebut sambil menatap tajam mata Mbah Warti.

Pelaku menyuruh dan mendesak nenek yang tinggal sendiri di rumah itu, untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang.

Bagai kerbau dicocok hidungnya, Mbah Warti menuruti permintaan pelaku dengan mengambil uang simpanan yang ditaruh di kamar.

Setelah uang dihitung dan dibawa pelaku, Mbah Warti diajak ke rumah Mbah Jumiah yang letaknya tidak jauh, dengan dibonceng sepeda motor.

"Wis mbah, tunggu sini di rumah Mbah Jumi'ah. Saya mau ambil sembakonya dulu", tutur Mbah Warti menirukan.

Setelah ditunggu beberapa waktu, sembako dan wanita (pelaku) tidak kunjung tiba.

Kemudian Mbah Warti tersadar bila telah tertipu dan membuatnya lunglai hingga tak sadarkan diri.


Kunardi, suami Jumi'ah yang juga menjadi korban penipuan

Sedangkan Mbah Jumi'ah, hingga pukul 21.00 WIB hari itu, enggan menceritakan kejadian yang menimpanya, lantaran takut dimarahi sang suami, Mbah Kunardi (62).

Setelah didesak suaminya, akhirnya Mbah Jumi'ah menceritakan peristiwa yang menimpanya.

"Waduh..ketiban awu anget iki (Aduh..kena abu panas ini)", tutur Mbah Kunardi dengan geram.

Atas peristiwa itu, pihak Pemdes Tlogorejo menyesalkan  dan merasa prihatin.

"Sebenarnya Mbah Warti ini adalah penerima bantuan sosial PKH. Kami turut prihatin", ujar Hartono perangkat desa setempat yang membawahi kring RW 3.

Pihaknya menghimbau, bila ada seseorang yang menawarkan bantuan sosial dalam bentuk apapun, agar berkoordinasi dengan RT / RW atau pemerintah desa.

Anggota Koramil Tlogowungu Sertu Suparman selaku Babinsa Desa Tlogorejo, juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa 2 warga tersebut.

"Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan pelakunya segera tertangkap", harap Sertu Suparman saat mengunjungi kediaman Mbah Warti.

Ketua RW 3, Totok Mujiarto membenarkan peristiwa yang terjadi di wilayahnya itu dan meminta warga untuk waspada terhadap modus - modus penipuan dengan cara hipnotis.

"Berharap, aparat segera menangkap pelaku yang telah meresahkan itu, sehingga tidak jatuh korban lainnya", harap Totok.

Informasi yang dihimpun, pada Selasa (16/6) pagi, pihak Polsek Tlogowungu telah meminta keterangan kepada korban di tempat kejadian perkara. 

Penulis : RM. Usman

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.