KETAHANAN EKONOMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA GLOBALISASI





Kabid Ketahanan Bangsa Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah Siswadi Suryanto, SH; MHum

Pati, RadarMuria.Com
Kegiatan ekonomi nasional tak lepas dari pengaruh ekonomi globlal.

Sebagai konsekwensi atas perkembangan teknologi informasi di era digital, para pelaku ekonomi dituntut melakukan inovasi dan kreativitas agar mampu bertahan dalam persaingan, dengan tetap mempertahankan kearifan lokal sebagai budaya luhur bangsa.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Ketahanan Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Siswadi Suryanto, SH; MHum kepada RadarMuria.Com di sela acara Seminar Kegiatan Peningkatan Ketahanan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal, yang diselenggarakan di New Merdeka Hotel, selama 2 hari, mulai Rabu (4/9) hingga Kamis (5/9).

Menurut Siswadi, salah satu program dalam ketahanan ekonomi adalah memotivasi daerah untuk mengembangkan ekonomi berbasis kearifan lokal.

"Diharapkan, para pelaku ekonomi dapat berdikari dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional", terang Siswadi.

Hal itu dapat tercapai, bila ada partisipasi aktif masyarakat pelaku ekonomi dan 'campur tangan' pemerintah.

Pemerintah selama ini, sebutnya, sudah cukup banyak memberi perhatian dan pembinaan kepada para pelaku usaha ekonomi dan UMKM, khususnya bidang usaha yang berbasis kearifan lokal.

Tidak sekadar memberi pelatihan, namun juga fasilitasi permodalan bekerjasama dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

"Sejalan dengan itu, maka tema kegiatan kali ini adalah Ngrumat Bebrayan Dalam Penguatan Ketahanan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal.
 

Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Pati Drs. Susanto, MM

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pati Drs. Susanto yang mengetengahkan materi Peran Pemerintah Kabupaten Pati Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah, mengatakan, pelaku usaha ekonomi dan UMKM di Kabupaten Pati berkembang cukup baik.

Hal itu ditandai keberlangsungan usaha atau tetap bertahan ditengah persaingan ekonomi global.

Kegiatan usaha ekonomi berbasis kearifan lokal, sebut Susanto, banyak dikembangkan di Kabupaten Pati, baik secara kelompok maupun perorangan.

Misal, hasil olahan ikan bandeng dan kuliner lainnya, kain batik dan industri berbasis kearifan lokal.

"Potensi itu, dapat terus dikembangkan dalam rangka mendukung ketahanan ekonomi bangsa", jelas Susanto.

Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang, Maruto Umar Basuki, SE; MSi berpendapat, globalisasi ibarat dua sisi mata uang.

Di satu sisi bisa menjadi potensi dan di sisi lainnya, bisa merupakan marabahaya.

"Tinggal bagaimana kita menyikapinya", jelas Maruto.

Ia menambahkan, integritas ekonomi suatu bangsa tidak boleh berhenti pada skala apapun.

Sehingga, lanjutnya, daerah pun harus siap menyiasati kecenderungan kompetitif yang timbul.

Pelaku Usaha Ekonomi Bidang Perhotelan dan Restoran

Salah satu peserta, Sri Muslikah mewakili Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pati, mengaku mendapat banyak pengetahuan tentang pengembangan ekonomi dan tantangannya.

"Mendapat banyak pengetahuan dan masukan. Apalagi di zaman modern yang serba online ini, sangat berpengaruh dalam usaha bidang perhotelan", ujar Sri Muslikah, yang menjabat Manager New Merdeka Hotel Pati.

Selepas mengikuti kegiatan itu, ia pun  tertarik untuk mendirikan sebuah usaha berbasis kearifan lokal.

(RM. Usman)

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.