BUPATI PATI DORONG PENGEMBANGAN DAN BUDIDAYA KELAPA KOPYOR OLEH PETANI


Dengan Pengelolaan Yang Baik, Budidaya Kelapa Kopyor Menjadi Peluang Usaha Yang Menjanjikan

Pati, RadarMuria.Com
Kabupaten Pati, memiliki wilayah yang cocok untuk pengembangan dan budidaya kelapa kopyor, terutama di wilayah Kecamatan Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti.

Sentra pembibitan dan perkebunan jenis kelapa yang mempunyai nama ilmiah cocos nucifera itu, banyak tersebar di wilayah tersebut.

Sebut saja Kebun Paradiso, sebuah perkebunan kelapa kopyor yang ada di Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti.

Sebagai bentuk perhatian dan dorongan terhadap budidaya kelapa kopyor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pada Selasa (8/10) bertempat di Kebun Paradiso, menyerahkan bibit kelapa kopyor dan alat perangkap hama.

Penyerahan dilakukan oleh Bupati Pati H. Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Ir. Mochtar Effendy. Turut hadir, Dandim 0718/Pati Letkol Arm. Arief Darmawan dan Kajari Dedy Koesnomo, SH.



Bupati Haryanto mengatakan, Kabupaten Pati dianugerahi sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang potensial untuk dikembangkan.

"Apapun yang ada dan kita punya, harus dapat dikelola dengan baik", harap bupati.

Oleh karena itu, bupati pun mendorong masyarakat yang memiliki usaha bidang pertanian dan perkebunan, untuk serius menekuni, khususnya kelapa kopyor.

Pembinaan yang telah dilakukan oleh pemkab, menurut bupati, bertujuan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani.

Wakil bupati Saiful Arifin pun berpendapat bahwa usaha budidaya kelapa kopyor sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik.

"Dengan pengelolaan yang baik, kelapa kopyor mampu menghasilkan omzet  hingga puluhan juta rupiah", ujar Saiful Arifin.

Acara diakhiri dengan penyerahan bibit kelapa kopyor kepada kelompok tani, dilanjutkan petik buah tersebut.

Sesuai data BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Jawa Tengah pada Agustus 2018, luas lahan perkebunan kelapa kopyor di Kabupaten Pati mencapai 1.173,39 hektare, terluas di seluruh wilayah Jawa Tengah.

(RM. Usman)

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.