LAGI, KABUPATEN PATI RAIH PENGHARGAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT 2020

Bupati Pati Haryanto bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr. Edy Siswanto pada seremoni virtual Penganugerahan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Award 2020



Pati, RadarMuria.Com-    Lagi, Kabupaten Pati menerima sebuah penghargaan. Kali ini berhasil meraih Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 2020.

Penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI itu diterima Bupati Pati Haryanto melalui seremoni virtual Penganugerahan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2020, Jumat (13/11), di Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati.

Kabupaten Pati mendapat tanda penghargaan STBM berkelanjutan sebagai Kota Stop BABS/ ODF (Buang Air Besar Sembarangan / Open Defecation Free). 

Pada kesempatan itu, juga diberikan sejumlah penghargaan personal yang diterima oleh tokoh - tokoh penggerak STBM di Kabupaten Pati, antara lain Kepala Desa Pekalongan Kecamatan Winong.

Turut mendampingi bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Edy Siswanto, beserta jajaran.

Haryanto bersyukur Kabupaten Pati telah seratus persen memenuhi Gerakan Stop Buang Air Besar Sembangan (SBS) / Open Defecation Free (ODF).

"Artinya, seluruh wilayah di Kabupaten Pati telah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan", ujar bupati.

Capaian ini, menurut dia, merupakan hasil upaya pemerintah daerah, kecamatan dan desa serta puskesmas dalam mengampanyekan dan mendukung masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selama ini, sebut Haryanto, pihaknya senantiasa melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal itu dan tidak semata - mata untuk mengejar penghargaan.

"Lebih dari itu, pola hidup bersih dan sehat harus benar - benar diterapkan", jelas Haryanto.

Apalagi, tambahnya, di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun.

Kepala Desa Pekalongan, Ukhwatur Roi mengungkapkan, untuk membawa desa tersebut menuju STBM,  pihaknya senantiasa mendapat bimbingan dan arahan dari para kader, tenaga kesehatan dari puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Di wilayah Desa Pekalongan, sebut Roi, telah bebas dari perilaku BABS, memiliki tempat pengolahan limbah cair dan memenuhi kebutuhan air bersih.

"Khusus untuk kriteria bebas dari BABS, Desa Pekalongan sudah tercapai 100 persen pada 2019. Dari sekira 900 rumah yang ada, semuanya sudah memiliki fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus)", ungkap Roi.

(RM. Usman : po3/PO/MK)

------------------------------------------------------------------------



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.