DEWAN PENDIDIKAN KABUPATEN PATI GELAR SOSIALISASI PTM DAN AN

Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Pati bersama Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, Winarto, S.Pd; M.Hum

Komite Sekolah, peserta Sosialisasi Pembelajaran Tatap Muka dan Asesmen Nasional



Pati, RadarMuria.Com                Dewan Pendidikan Kabupaten Pati menggelar Sosialisasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Asesmen Nasional (AN) bagi Komite Sekolah se-Kabupaten Pati.

Sebanyak 250 anggota / pengurus Komite Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/ SMK mengikuti sosialisasi tersebut yang berlangsung di Gedung PGRI, Jalan Syeh Jangkung Pati.

Acara dibagi dalam 2 sesi, yaitu pada Rabu (22/12) diikuti 125 orang dan Kamis (23/12) diikuti 125 orang.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pati, Sutaji mengatakan, sosialisasi digelar dalam rangka sinkronisasi antara komite sekolah yang mewakili wali murid dengan pihak sekolah terhadap program PTM dan AN.

"Setelah menerima sosialisasi ini, komite sekolah dapat menyampaikan informasi ini kepada anggota komite lainnya dan wali murid, sehingga program - program pendidikan dapat dipahami dengan baik dan tidak timbul permasalahan dikemudian hari", terang Sutaji.

Komite Sekolah, menurutnya, turut berperan penting terhadap suksesnya penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Pati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Winarto, selaku narasumber memaparkan, saat ini terdapat dinamika perkembangan regulasi yang mengatur pendidikan, antara lain Asesmen Nasional, pembelajaran digital, pencegahan perundungan dan kebijakan lainnya.

"Selaku mitra, Komite Sekolah diharapkan menjadi pendorong dan penguat pendidikan menjadi lebih baik, berkualitas dan maju", jelas Winarto.

Dia menyebut, Komite Sekolah mempunyai fungsi penting, yaitu mendukung program sekolah, memberi pertimbangan, sebagai media penghubung dan fungsi pengawasan.

Penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya berpedoman pada aturan yang dikeluarkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terdiri atas Mendikbud, Menkes, Mendagri dan Menag.

Termasuk, aturan  berdasarkan Inmendagri, Ingub, Inbup dan kebijakan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pati.

"Di masa pandemi ini, melindungi keselamatan dan kesehatan rakyat menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Pati. Oleh karena itu, berbagai kegiatan didesain dengan baik, termasuk dunia pendidikan", tuturnya.

Khusus Pati, tambah Winarto, prinsip kehati - hatian diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan.

"Maka pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap dengan uji coba dan terbatas", tambah Winarto.

Terkait Asesmen Nasional (AN), dia menjelaskan, ada perbedaan bila dibandingkan dengan Ujian Nasional (UN).

"Asesmen Nasional, sasarannya adalah satuan lembaga pendidikan, kepala sekolah dan guru. Serta siswa, walaupun tidak seluruhnya", jelas Winarto.

Adapun hasil AN, lanjutnya, meliputi profil sekolah, rapor sekolah dan profil dinas / rapor pemerintah daerah, dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

"Jadi, tidak ada lagi Ujian Nasional, yang ada adalah Asesmen Nasional", ungkap Winarto.

Reporter : RM. Usman.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.