AHHA PS PATI SIAPKAN KURSUS PELATIH LISENSI D GRATIS

Manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi bersama pelatih skuat, Ibnu Grahan.



Jakarta, RadarMuria.Com                 Tidak hanya serius membangun skuat untuk mengarungi Liga 2 2021, Manajemen AHHA PS Pati juga serius memajukan sepak bola Tanah Air.

Salah satunya yaitu menyelenggarakan kursus pelatih lisensi D seluruh Indonesia. Hebatnya lagi, kursus itu bakal digelar secara gratis.

"Iya, saya dapat tugas dari 2 Chairman AHHA PS Pati, Putra Siregar dan Atta Halilintar untuk menggelar kursus pelatih lisensi D ini secara gratis. Saya segera berkoordinasi dengan PSS dan asosiasi pelatih agar program ini berjalan lancar", jelas Manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi, Kamis (26/08).

Pria yang akrab disapa Kang Jalu itu menambahkan, program ini sangat baik untuk para pelatih muda di daerah yang secara ekonomi belum mampu dan diharapkannya anak - anak Indonesia semenjak kecil sudah mendapatkan ilmu sepak bola yang baik dan benar dari pelatih berlisensi.

"Syukur alhamdulillah bahwa boss kami sangat peduli dengan sepak bola Indonesia. Bukan hanya sekadar numpang lewat atau kepentingan sesaat", ungkapnya.

Adapun waktu penyelenggaraan kursus, dia berjanji akan mengumumkannya.

Yang pasti, Jalu menegaskan, biasanya PSSI punya program dan waktu tersendiri untuk penyelenggaraan kursus pelatih ini. 

"Jadi kita sinkronkan dengan program dan waktu dari PSSI juga", tuturnya.

Jalu yang juga CEO Bandung Premier League ini berharap, program sudah dapat dijalankan mulai tahun ini dan berkelanjutan ke tahun - tahun berikutnya.

"Kita bisa mulai penyelenggaraan di 6 hingga 8 kota dulu. Semoga tahun 2021 ini sudah bisa realisasi dan berkelanjutan di tahun - tahun berikutnya", ujar Jalu.

Bicara perkembangan skuat AHHA PS Pati, Jalu menjelaskan, manajemen baru saja memulangkan beberapa pemain yang cukup menjadi perhatian, yaitu dicoretnya pemain berlabel timnas Indonesia.

Khusus terhadap pemain ini, alasan pencoretannya karena pemain melakukan tindakan diluar aturan tim.

"Jadi tujuannya supaya pemain, khususnya pemain muda tidak terlena dan menjauh dari star syindrome. Bahwa Manajemen AHHA PS Pati punya aturan. Pemain level timnas saja bisa cut", jelasnya.

Hanya saja, dia enggan menyebut nama - nama pemain yang dimaksud.

(RM. Usman :/nug)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.