BUPATI PATI MANTU - PROSESI KENAKAN ADAT JAWA

Pasangan Mempelai, Iptu Ivan Prabowo, SIK; MA dan Tresya Octavera Wedyastantri (Putri Bupati Pati)
  

Pati, RadarMuria.Com
Hari Sabtu (14/12) adalah hari berbahagia bagi keluarga H. Haryanto, Bupati Pati.

Pasalnya, putri sulung bupati, Tresya Oktavera Wedyastantri, akrab dipanggil  Tresya, melepas masa lajangnya karena dipersunting oleh  Iptu Ivan Prabowo, SIK; MA asal Kota Cepu Kabupaten Blora dan berdinas di Polres Kudus.

Ijab qabul keduanya berlangsung pada Sabtu (14/12) pagi bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Bupati Haryanto menikahkan sendiri putrinya itu dan sebagai saksi dari mempelai perempuan adalah Kapolres Pati, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, SIK.

Bupati Pati Kanjeng Raden Aryo Haryanto Notodiningrat Bersama Istri Hj. Musus Indarnani



Adapun mahar (emas kawin) berupa 14 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah, pecahan sepuluh ribu dan pecahan dua ribu rupiah, dibentuk menyerupai angka 12. 

Dan pecahan uang kertas kuno yang dibentuk angka 19, terdiri atas pecahan sepuluh, lima dan 1 rupiah. 

Rangkaian uang mahar tersebut bermakna 14 - 12 - 19, sesuai tanggal pernikahan hari itu.

Selain itu, terdapat 50 gram emas murni (fine gold 999.9).

Selesai akad nikah, dilanjutkan ritual injak telur, sikepan sindur, pangkuan, kacar-kucur dan dahar kalimah, diakhiri sungkeman.


Dengan tradisi Jawa, prosesi berlangsung khidmat, disaksikan ratusan tamu undangan.

Berbagi kebahagiaan, berikutnya, dilakukan santunan kepada ratusan anak yatim piatu.

"Santunan ini sebagai wujud rasa syukur karena acara berjalan lancar. Seraya meminta doa dari anak - anak yatim, agar diberikan keberkahan dan semoga kelak rumah tangga kami sakinah, mawaddah wa rahmah", tutur Tresya.

Pada siang, masih dihari dan tempat yang sama, resepsi digelar dengan dihadiri ribuan tamu undangan. 

Perhelatan dilanjutkan pada Minggu (15/12), juga dihadiri ribuan tamu undangan yang ingin mengucapkan selamat atas pernikahan tersebut.



Sebelumnya, pada Jumat (13/12), menjelang hari perkawinan, sesuai adat Jawa juga dilakukan acara siraman bagi mempelai.

Diawali dengan pengajian dilanjutkan pemasangan bleketepe dan siraman oleh Bupati Haryanto kepada putri sulungnya tersebut.

"Hari ini (Jumat, 13/12) saya memasang bleketepe dilanjutkan siraman putri saya sebagai tanda bahwa kami sedang nduwe gawe (punya kerja) sesuai adat Jawa. Mudah - mudahan dengan nguri - uri budaya Jawa ini terkandung maksud agar pernikahan putri saya lancar di awal hingga akhir", tutur Bupati Pati yang bergelar Kanjeng Raden Aryo Haryanto Notodiningrat itu.

(RM. Usman)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.