PENYERAHAN DIPA 2019 - DANA DESA KABUPATEN PATI BERTAMBAH



Pati, RadarMuria.Com
Penyerahan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Tahun 2019 dilaksanakan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ( KPPN ), Jalan Diponegoro Pati pada Kamis (20/12). Hadir Bupati Pati H. Haryanto dan 57 satuan kerja lingkup Kabupaten Pati dan Rembang yang akan menerima DIPA dimaksud. Selain itu, beberapa satuan kerja yang dinilai berprestasi juga hadir untuk menerima piagam penghargaan dari berbagai kategori.

Bupati H. Haryanto pada kesempatan itu menghimbau agar instansi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Pati dapat mengurangi transaksi dalam bentuk tunai guna mencegah adanya penyimpangan.

"Dengan transaksi non tunai, nominal dana yang masuk akan sesuai lantaran dalam penginputannya sudah diatur sistem. Maka penyimpangan juga bisa diminimalisir. Sistem ini juga bisa mencegah terjadinya persoalan hukum", terang bupati.

Pengelolaan keuangan, menurut bupati, harus dilakukan secara hati - hati dengan cara mengurangi pertemuan personal dan lebih memaksimalkan transaksi non tunai.

Sejalan dengan itu, sebut bupati, saat ini Pemkab Pati mulai melakukan pemerataan penerapan transaksi non tunai. Bahkan, imbuhnya, dalam penyaluran Dana Desa ( DD ) dan Alokasi Dana Desa ( ADD ) yang diperuntukkan desa, sudah menggunakan transaksi melalui perbankan.

"Hanya untuk transaksi tingkat desa dan kecamatan masih secara tunai. Tetapi ke depan akan tetap kita laksanakan, karena masih menunggu terpenuhi sarana dan prasarana pendukung transaksi non tunai", terang bupati.

Demi menunjang rencana itu, tambah bupati, juga membutuhkan sumberdaya manusia ( SDM ) yang mumpuni untuk mengelola sistem transaksi non tunai tersebut. "Karena nantinya di masing - masing kecamatan harus ada perbankan yang ditunjuk untuk mendukung hal itu", tambahnya.

Untuk tahun 2019, DIPA Kabupaten Pati, masih sebut bupati, turun menjadi 2,1 trilyun rupiah. "Perlu diketahui, itu sebagian untuk belanja Pemkab sedangkan sisanya untuk belanja modal dan belanja infrastruktur pendidikan, kesehatan dan lainnya sesuai perencanaan", sebut bupati.

Meski ada penurunan besaran DIPA dari tahun sebelumnya, namun bupati mengungkapkan ada pos yang anggarannya naik atau bertambah. "Seperti Dana Desa yang naik menjadi 54 milyar rupiah dan lain sebagainya. Tapi itu bukan masalah, tinggal kita sesuaikan", ungkapnya.



Sementara itu, Kepala KPPN Pati Herman mengatakan, bahwa rata - rata setiap desa menerima dana dari pemerintah pusat sebesar 1 milyar rupiah. "Total yang diterima Pemkab Pati untuk Dana Desa di 401 desa pada Tahun Anggaran 2019 adalah 417,03 milyar rupiah. Meskipun dalam penerimaannya tidak sama, karena dipengaruhi oleh kondisi kemiskinan, luasan wilayah desa dan lain sebagainya", terang Herman.

Untuk penyerapan anggaran 2018, menurut Herman, capaiannya sudah 95 persen. "Ini melampaui capaian yang ditargetkan oleh pemerintah pusat untuk instansi pemerintah vertikal di Kabupaten Pati dan Rembang", pungkas Kepala KPPN Pati Herman.

Pada akhir acara dilakukan penyerahan Piagam Penghargaan KPPN Pati oleh Bupati H. Haryanto kepada para instansi atau satuan kerja yang dinilai berprestasi sesuai kategori masing - masing.
(RM. Usman /: Humas Setda)

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.