pati

RENTAN MASALAH HUKUM PROFESI DOKTER PERLU PENGAWAL DAN PENGENDALI



Pati, RadarMuria.Com
Dokter adalah profesi mulia dilihat dari sudut pandang kemanusiaan karena tugas - tugasnya memberi pertolongan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sekalipun begitu, profesi dokter perlu adanya ' pengawal ' . Pengawal dimaksud bukan sosok bodyguard atau semacamnya, tetapi pengawal itu adalah Sumpah Dokter dan Kode Etik Kedokteran. Selain pengawal, seorang dokter harus mempunyai ' pengendali ' yaitu berupa Sertifikat Kompetensi dan Surat Izin Praktik ( SIP ).
Dengan demikian jika seorang dokter sudah memiliki pengawal dan pengendali maka diharapkan terhindar dari persoalan hukum yang dapat menjerat karena menjalankan profesinya itu.

Sepenggal materi ceramah etik itu disampaikan oleh dr. Gatot Suharto, SH ; MM dokter ahli forensik dan praktisi hukum kedokteran yang menjadi narasumber pada Seminar Etik pada Muscab IDI Kabupaten Pati yang diselenggarakan pada Sabtu (25/8) di Hotel Gritary Jalan Syeh Jangkung Pati.

Selain seminar etik, digelar pula seminar ilmiah mengambil tema "Manajemen Nyeri Dalam Praktek Sehari - hari", dengan menghadirkan narasumber dari dokter ahli syaraf, dokter ahli anestesi dan dokter ahli biomedik.

Ketua panitia penyelenggara, dr. Budi Setyawan kepada RadarMuria.Com mengatakan muscab adalah kegiatan rutin setiap 3 tahun yang bertujuan memilih ketua IDI di tingkat cabang. Dikatakannya pula bahwa setiap muscab wajib diadakan ceramah ilmiah kedokteran dengan tujuan menambah ilmu pengetahuan bagi peserta. "Muscab bertujuan memilih ketua IDI dan harus dibarengi dengan seminar ilmiah dan ceramah etik", jelas dr. Budi Setyawan.
Pilihan tema seminar tersebut, menurut dr. Budi karena fakta di lapangan banyak ditemukan kasus nyeri yang dialami warga.

Hasil muscab yang diikuti hampir 200 dokter di Kabupaten Pati itu menghasilkan keputusan menetapkan Ketua IDI Cabang Pati Periode 2018 - 2021 yaitu Dr. dr. Cahyono Hadi, SH; Sp.OG berdasarkan suara bulat anggota yang hadir.

Peserta muscab berharap, terpilihnya Dr. dr. Cahyono Hadi, SH; Sp.OG akan mampu membawa organisasi menjadi lebih baik, profesional dan bisa merangkul semua dokter serta mampu melindungi dan mengayomi anggota.

Menanggapi jabatan barunya, dokter Cahyono Hadi kepada RadarMuria.Com mengatakan tantangan profesi dokter ke depan semakin berat sejalan kondisi kesehatan masyarakat. "Dokter mempunyai tanggung jawab yang besar dan sebagai ketua IDI saya ingin membangun hubungan yang baik dengan organisasi lain, birokrasi dan semua pihak. Sehingga IDI lebih profesional dan mampu menjaga marwah profesi dokter", jelas Dr. dr. Cahyono Hadi, SH ; Sp.OG.

Menjawab pertanyaan terkait adanya dokter yang terpaksa harus berurusan dengan hukum karena menjalankan profesinya, dokter Cahyono Hadi mengatakan akan melihat sejauh mana kasusnya. "Kalau penanganan medis sudah sesuai standar operasional tentu kami akan melakukan pembelaan. Prinsipnya tidak ada dokter yang berniat untuk mencelakai apalagi membiarkan pasien sampai meninggal dunia", jelas Dr. dr. Cahyono Hadi, SH; Sp.OG , dokter RSUD Soewondo Pati tersebut. (usman)

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.